PT.Lobunta Kencana Raya

iklan-pt-lobunta

Advertisements

Leasing

images-3

Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang
modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai.
Di Indonesia leasing baru dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan No.KEP-122/MK/IV/2/1974, No.32/M/SK/2/1974, dan No.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usahaleasing. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perekonomian Indonesia permasalahan yang melibatkan leasing semakin banyak dan kompleks. Mulai dari jenis leasing yang paling sederhana sampai yang rumit. Perbedaan jenis leasing menyebabkan perbedaan dalam pengungkapan laporan keuangan, perlakuan pajak dan akibatnya pada pajak penghasilan badan akhir tahun. Capital lease dan operating lease sama-sama dikenakan pajak pertambahan nilai, sedangkan untuk operating lease disamping dikenakan pajak pertambahan nilai juga dikenakan pemotongan pajak penghasilan pasal 23, hal ini karena diperlakukan sebagai sewa menyewa biasa. Biaya-biaya yang berkaitan dengan transaksi lease dianggap sebagai biaya usaha bagi pihak lessee.
Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaan. Melalui leasing mereka bisa memperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara tiga tahun hingga lima tahun atau lebih. Disamping hal tersebut di atas para
pengusaha juga memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya seperti kemudahan dalam pengurusan, dan adanya hak opsi.
Suatu keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal adalah transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu halnya jika ditinjau dari segi komersial.
Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan/barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengertian leasing menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia No. KEP- 122/MK/IV/2/1974, Nomor 32/M/SK/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: ”Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati bersama”.
Equipment Leasing Association di London memberikan definisi leasing sebagai berikut: “Leasing adalah perjanjian antara lessor dan lessee untuk menyewa sesuatu atas barang modal tertentu yang dipilih/ditentukan oleh lessee. Hak pemilikan barang modal tersebut ada pada lessor sedangkan lessee hanya menggunakan barang modal tersebut berdasarkan pembayaran uang sewa yang telah ditentukan
dalam jangka waktu tertentu”.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka pada prinsipnya pengertian leasing terdiri dari beberapa elemen di bawah ini:
1. Pembiayaan perusahaan
2. Penyediaan barang-barang modal
3. Jangka waktu tertentu
4. Pembayaran secara berkala
5. Adanya hak pilih (option right)
6. Adanya nilai sisa yang disepakati bersama
7. Adanya pihak lessor
8. Adanya pihak lessee
Pembiayaan melalui leasing merupakan pembiayaan yang sangat sederhana dalam prosedur dan pelaksanaannya dan oleh karena itu leasing yang digunakan sebagai pembayaran alternatif tampak lebih menarik. Sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan modal bagi perusahaan-perusahaan, maka leasing didukung oleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
1. Fleksibel, artinya struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau periode lease dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisiperusahaan.
2. Tidak diperlukan jaminan, karena hak kepemilikan sah atas aktiva yang di lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri.
3. Capital saving, yaitu tidak menyediakan dana yang besar, maksimum hanya menyediakan down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lease tidak terlalu besar, jadi dalam hal ini bisa dikatakan menjadi suatu penghematan modal bagi lessee, yaitu lessee dapat menggunakan modal yang tersedia untuk keperluan lain. Karena leasing umumnya membiayai 100% barang modal yang dibutuhkan.
4. Cepat dalam pelayanan, artinya secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank, jadi tanpa prosedur yang rumit dan hal itu memberikan kemudahan bagi para pengusaha untuk memperoleh mesin-mesin dan peralatan yang mutakhir untuk memungkinkan dibukanya suatu bidang usaha produksi yang baru atau untuk memodernisasi perusahaan.
5. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional, artinya pembayaran lease langsung dihitung sebagai biaya dalam penentuan laba rugi perusahaan, jadi pembayarannya dihitung dari pendapatan sebelum pajak, bukan dari laba yang terkena pajak.
6. Sebagai pelindung terhadap inflasi, artinya terhindar dari resiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi, yaitu lessee sampai kapan pun tetap membayar dengan satuan moneter yang lalu terhadap sisa kewajibannya.
7. Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa lease.
8. Adanya kepastian hukum, artinya suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yang sangat sulit, sehingga dalam keadaan keuangan atau moneter yang sesulit apapun perjanjian leasing tetap berlaku.
9. Terkadang leasing merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan aktiva bagi suatu perusahaan, terutama perusahaan ekonomi lemah, untuk dapat memodernisasi pabriknya.

Bahan Bakar Biodiesel

images-3
Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia seperti kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, nyamplung, kapok, kacang tanah dan masih banyak lagi tumbuh-tumbuhan yang dapat meproduksi bahan minyak nabati (BBN) dan dalam penelitian ini bahan bakar nabati berasal dari minyak kacang tanah setelah mengalami beberapa proses seperti ektraksi, transesterifikasi diperoleh metil ester (biodiesel), kemudian biodiesel dicampur dengan bahan bakar solar.

Hasil campuran itu disebut B10,B20 dengan tujuan agar bahan bakar B10, B20 ini mempunyai sifat-sifat fisis mendekati sifat-sifat fisis solar sehingga B10 B20 dapat dipergunakan sebagai pengganti solar.

Teknologi biodiesel memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
1. Menguatkan (security of supply) bahan bakar diesel yang independet dalam negeri
2. Mengurangi impor BBM atau Automatic Diesel Oil
3. Meningkatkan kesempatan kerja orang indonesia di dalam negeri
4. Meningkatkan kemampuan teknologi pertanian dan industri di dalam negeri
5. Memperbesar basis sumber daya bahan bakar minyak nabati (BBN)
6. Meningkatkan pendapatan petani kacang tanah
7. Mengurangi pemanasan global dan pencemaran udara,karena biodiesel ramah lingkungan. ( Prakoso, T., 2008 ) Di Indonesia bahan bakar biodiesel mempunyai standar SNI Biodisel seperti table :

Karakteristik Biodiesels SNI -04-7182-2006 No Parameter dan satuannya Batas Nilai Metode Uji Metode setara 1 Densitas pada 40°C, Kg/m3 850–890 ASTM D 1298 ISO 3675 2 Viskositas kinematik pada 40°mm2/s (cSt) 2,3-6,0 ASTM D 445 ISO 3104 3 Angka Setana Min. 51 ASTM D 613 ISO 5165 4 Titik nyala (flash point) pada 0° Min.100 ASTM D 93 ISO 2710 5 Titik kabut (Cloud Point) Max.18 ASTM D 2500 6 Titik Tuang (Pour Point) Max.18 ASTM D97 7 Korosi bilah tembaga (3 jam,500C) Max.3 ASTM D 130 ISO 2160 8 Residu karbon,%-berat, Dalam contoh asli Dalam 10% ampas Distilasi Max.0,05 Max.0,03 ASTM D 4530 ISO 10370 9 Air dan sediman,%-volume Maks.0,05 ASTM D 2709 – 10 Temperatur distilasi 90%, 0C Maks.360 ASTM D 1160 – 11 Abu tersulfatkan,%-berat Maks 0,02 ASTM D 874 ISO 3987

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/e1g008010/apa-itu-biodiesel_550aec5fa333119d1e2e3a3b

All Terrain Crane

all-terrain-craneappaksi

All Terrain Crane atau truck crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk mengangkat, memindahkan material dari tempat asal ke tempat lain dengan metode pemindahan
barang vertikal dengan jarak lengan atau radius yang sesuai panjang boom.
All Terrain Crane berputar pada porosnya yang disebut swing gear. Boom panjang adalah bagian dari crane yang membawa beban sedangkan Counter-jib membawa
penyeimbang yang biasanya berupa besi tuang. Aplikasi alat ini dapat dipergunakan untuk erection jembatan prestress,komponen panel-panel beton prestress, juga digunakan
dalam pekerjaan pemasangan ini.
Spesifikasi Teknis
Power [HP]                          : 124 – 435
Max Boom Length [m]  : 18,8 – 51,2
Capacity [ton].                   : 16 – 90
Weight [ton].                      : 19 – 60

Truck Mounted Crane

katalog-10-april-2014_ver_gs

Truck Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk mengangkat, memindahkan material dari tempat asal ketempat lain yang dalam jangkauan dan kapasitas yang
aman dengan metode pemindahan barang vertikal serta jarak radius yang pendek sesuai boom.Crane berputar pada porosnya, boom yang dapat dipanjangkan secara hydraulic (telescopis) adalah bagian dari crane yang membawa beban. Crane Hydraulic ini dipasangkan pada kendaraan Truck untuk mobilisasinya, dan Engine Crane
di desain khusus menggerakkan Wich machine. Power hydraulic digerakkan oleh engine yang terpisah dari truck mempunyai tenaga yang efisien.

Spesifikasi Teknis
Power [HP] .                                                :  18 kw
Maximum Lifting Capacity [kg].      :  3030 at 2,5 m – 8200 at 1,8 m
Maksimum Panjang Boom [m].        :  8,31 – 12,91
Swing Speed [rpm] .                                :  12,91 -7,71
Kapasitas Winch [kN].                          :  7.45 – 14,72
Diameter Wire Rope [mm] .              :  8 – 10
Crane Mass [kg].                                     :  1725 – 2920
Suitable Trucks [GVW] [kg}.              : 7500 – 25000

Info Proyek

Info Infrastructure yang akan dibangun 2015 – 2019

  1. Pemerintah Jokowi-JK mempunyai perhatian yang besar terhadap pembangunan infrastruktur sesuai program Nawacita
  2. Salah satu langkah besar adalah pengalihan anggaran dari SUBSIDI BBM (yang dinikmati seluruh rakyat) ke anggaran INFRASTRUKTUR
  3. KEBERHASILAN DELIVERY INFRASTRUKTUR YANG BERKUALITAS MERUPAKAN TARUHAN TERBESAR Pemerintahan Jokowi – JK
  4. Industri pracetak dan prategang adalah industri yang mempunyai karakter yang cocok : kualitas yang terjaga dapat diproduksi massal dengan delivery yang cepat dan ekonomis, sehingga diharapkan dapat berpartisipasi lebih besar lagi dalam mendukung program kabinet kerja 2015 – 2019
  5. Salah satu aspek penting dalam industri ini adalah ketersediaan peralatan konstruksi pemasang yang cukup dan mumpuni, sehingga kerjasama dengan APPAKSI diharapkan akan membangun sinergi yang positif.
  6. Tulisan ini diharapkan dapat memberi keyakinan bagi anggota APPAKSI agar berinvestasi pada peralatan pemasang konstruksi pracetak, baik penyewaan, pengadaan maupun nantinya memproduksi secara mandiri.

– Infrastrukture 2015 -2019

  1. Jalan Baru= 2.350 Km, Jalan Tol = 1.000 Km , Pemeliharaan Jalan = 46.770 Km
  2. Pembangunan 15 Bandara baru, Pengadaan 20 Pesawat Perintis,Pengembangan Bandara untuk pelayanan Cargo Udaradi 6 Lokasi.
  3. Pembangunan 24 Pelabuhan Baru,Pengadaan 26 Kapal Barang perintis, Pengadaan 2 Kapal Ternak, Pengadaan 500 unit kapal Rakyat.
  4. Pembangunan Perkereta Apian . Sumatra,Sulawesi,Kalimantan. – KA.Antar Kota = 2.159 Km, KA.Perkotaan = 1.099 Km.
  5. Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan di 60 Lokasi , Pengadaan Kapal penyeberangan sebanyak = 50 Lokasi.
  6. Pembangunan BRT di 29 Kota,Pembangunan angkutan massal cepat di kawasan perkotaan ( 6 kota metropolitan, 17 kota besar )
  7. Pembangunan Waduk 65 Baru dan 33 Unit PLTA, Pembangunan / Peningkatan Irigasi 1 Juta Ha., Rehabilitasi 3 Juta Ha. Jaringan Irigasi.
  8. Pembangunan 2 Kilang Minyak 2 x300 ribu barrel,Pembangunan FSRU 5 lokasi di Jawa Barat/ DKI Jakarta,Jawa Tengah,Jawa Timur,Sumatra Utara, dan Lampung.Jaringan Gas Kota sebesar 90.000 sambungan rumah,Pembangunan SPBG = 75 Unit,Ratio Electrifikasi menjadi 96,6 persen,Pembangunan Pembangkit Listrik sebesar 35 ribu MW,Gas Bumi untuk 600.000 nelayan.
  9. Jaringan Pita lebar / broad band di 100, Kabupaten Kota,Indeks e – government mencapai 3,4 (skala 4,0) ,Pengembangan e- Pengadaan , e-kesehatan,e-pendidikan dan e-logistik
  10. Pembangunan Rusunawa = 5.257 Twin Blok ( 515.711 rumah tinggal) , Bantuan stimulasi perumahan swadaya 5,5 juta rumah tangga.,Penanganan kawasan kumuh, 37.407 Ha,Fasilitas Kredit perumahan untuk MBR 2,5 juta rumah tangga.
  11. Pembangunan SPAM di perkotaan 21,4 juta sambungan rumah (268.680 liter/ detik),Pembangunan SPAM di pedesaan 11,1 juta sambungan rumah (22.647 desa )
  12. Pembangunan Sistem Air Limbah komunal di 227 kota / kabupaten,pembangunan IPLT untuk pengolahan lumpurtinja perkotaan di 409 kota /Kab.,Pembangunan TPA sanitary landfill dan fasilitas 3R di 341 Kota /Kab dan fasilitas 3R terpusat dan komunal di 294 kota /Kab, Pengurangan genangan seluas 22.500 Ha di kawasan pemukiman

Kesepakatan Registrasi Alat Konstruksi

 

dsc_7884BERDASARKAN  NOTA  KESEPAKATAN BERSAMA
Tanggal : 13  Februari 2015

DIREKTORAT  JENDRAL  BINA  KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DAN
LEMBAGA  PENGEMBANGAN  JASA  KONSTRUKSI  NASIONAL
DAN
ASOSIASI PENGUSAHA DAN PEMILIK ALAT  KONSTRUKSI  INDONESIA

–Maksud dan tujuan dari Kesepakatan ini adalah untuk Pendataan Alat Berat Konstruksi
guna mendukung Pembangunan Infrastruktur Nasional.
—Tersedianya data base dan informasi Alat Berat Nasional untuk menunjang pelaksanaan
pembangunan Infrastruktur Nasional
—Memiliki Peta ketersediaan / kesiagaan  Alat Berat Konstruksi Seluruh Indonesia

Dasar Peraturan yang Berlaku

  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833);
    —2.Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 Tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3955);
    —3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956);
    —4.Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957).

Registrasi On Line

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah memfasilitasi Software Registrasi alat konstruksi yang di dukung LPJKN,dan APPAKSI,
melalui web site :
http://mpk.binakonstruksi.pu.go.id
—Bagi setiap anggota yang memiliki alat berat di harapkan dapat mendaftar sendiri secara on line
—Melalui portal  http://mpk.binakonstruksi.pu.go.id
— yang nantinya akan di tempatkan pada web tersendiri.
—Hasil registrasi secara online akan di konfirmasikan via email kepada pemilik.
—Untuk program Verifkasi dan Validasi Alat Berat kan di programkan lebih lanjut,dengan di Fasilitasi oleh Kementerian PUPR

 

Truck Crane

truck-crane

Truck Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk mengangkat, memindahkan material dari tempat asal ketempat lain yang dalam jangkauan dan kapasitas yang
aman dengan metode pemindahan barang vertikal serta jarak radius yang pendek sesuai boom. Crane berputar pada porosnya, boom yang dapat dipanjangkan
secara hydraulic (telescopis) adalah bagian dari crane yang membawa beban. Crane Hydraulic ini dipasangkan pada kendaraan Truck untuk mobilisasinya, dan Engine Crane
di desain khusus menggerakkan Wich machine. Power hydraulic digerakkan oleh engine yang terpisah dari truck agar mempunyai tenaga yang efisien.

Power [HP]
124 – 349
Kapasitas Maksimum [Ton]
25 – 70
Panjang Boom [m]
30 – 42
Kapasitas Winch [kN]
42