LSP Operator Mekanik

Dalam rangka memenuhi persyaratan Penyedia Jasa Konstruksi ,khususnya Pekerjaan yang melibatkan Alat Berat Konstruksi dalam mengoperasian dan Pemeliharaan Alat berat di atur dalam Undang Undang No. 2. Tahun 2017 pasal 70 ,dimana setiap tenaga kerja konstruksi harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya masing masing.

Untuk hal tersebut APPAKSI telah bekerja sama dengan PPTKI. membentuk Lembaga Sertifikasi APPAKSI bersama PPTKI sedang menyiapkan kelengkapan dukumen serta Persyaratan yang di tyentukan oleh BNSP. sebagai Lembaga yang memberikan Lisensi uji kompetensi tersebut

MISI :

  • Menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang Tenaga Kerja Konstruksi dan Peralatan yang bermutu .
  • Melakukan Sertifikasi Operator dan Mekanik Alat Berat yang dapat memenuhi kebutuhan SDM sejajar dengan penambahan  jumlah alat berat yang semakin meningkat.
  • Pertumbuhan alat pertahun sekitar 25% s/d 30%

Team Work.

  • Ir.Sampurna Sitepu
    Ir.Edy Rahenyantono.MM.
    Ir.Dipar Tobing.
    Ibu.Eka Ateka Kesia
    Ir.A.Suharsono Winoto.MM
    Ir.Freddy Samad.
    Dr.Samsul Bakeri Msi.
    Ir.Sarimun,CES
    Ir.Ridwan Pohan.MM
    Ir.Wahyudi.
    Gatot Sudjito

Rencana Pemasaran

  • Kebutuhan Operator Alat Berat thn 2015 = 5000
  • Kebutuhan Operator Alat Berat thn 2016 = 6000
  • Kebutuhan Operator Saat ini  = 6000  (untuk tambahan alat baru)
  • Estimasi kebutuhan rata2 per tahun 2018 – 2019 = 3000 s/d 4000 ( nasional)
  • Target Asesi (market potensial) APPAKSI-PPTKI.
  • Operator dan Mekanik Anggota APPAKSI = 1000 peserta/thn
  • Operator dan Mekanik dari Perusahaan Rental / Sub Kont = 500 peserta/thn
  • Lembaga pelatihan operator dan mekanik. = 300 peserta/thn

Peluang Usaha:

  • Sesuai UU.No2 Tahun 2017.pasal 70. operator dan mekanik yang dipekerjakan harus memiliki sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.yang diatur dalam SKKNI
  • Peluang sertifikasi untuk anggota APPAKSI dan Badan usaha yang mengoperasikan alat alat berat ,dan perusahaan rental
  • Segera sosialisasikan peraturan terkait perlunya sertifikasi dan promosi LSP.

Konsep Bisnis

  • APPAKSI Menjadi leader dalam kerja sama Badan LSP.
  • Pembagian share . APPAKSI 80%, PPTKI 20%
  • Pemasaran ter integrasi Pusat dan Daerah.
  • Produk sertifikasi harus menjaga mutu dan kepuasan pelanggan
  • Penempatan personil inti pada Tim manajement dan setiap bidang,Tehnik,Administrasi,keuangan.
  • Tempat uji kompetensi (TUK) di bawah kendali manajement LSP

Persaingan Usaha.

  • LSP sejenis yang telah ada saat ini dan Menjadi pesaing kita ada 4 perusahaan
  • LSP ABI ( PT.United Tracktor
  • LSP.Sucofindo
  • LSP. Tenaga kerja
  • LSP.K3
  • Outline LSP APPAKSI PPTKI competitive advantage.
  • APPAKSI sudah dikenal cukup baik di kalangan Penyedia Jasa Konstruksi dan memiliki networking cukup luas di bidang penyediaan peralatan.

Rencana Kerja:

  • LSP APPAKSI – PPTKI tahun 1 dan ke 2 konsentrasi pada Sertifikat Operator Mekanik dan diharapkan dalam periode 3 tahun, sudah dapat mengembangkan Bidang Sertifikasi untuk tenaga terampil Konstruksi
  • Memperkuat jaringan Cabang cabang di seluruh propinsi lengkap dengan TUK yang terverifikasi.
  • Menyiapkan SDM anggota di daerah untuk mengikuti pelatihan asesor..
  • Daftar market-share objectives.untuk operator dan mekanik tahun ke3 mencapai marketshare 60% dari kebutuhan Pemilik alat.
  • Proyeksi Omset penjualan dan laba

Organisasi :

  • 5.3.Penamaan LSP
  • 5.3.1.Nama LSP pihak ketiga harus mencermin-kan sektor/sub sektor, bidang/sub bidang  atau profesinya.
  • 5.3.2.Nama LSP pihak kesatu dan LSP pihak kedua harus mencerminkan nama lembaga induknya.
  • 6.Kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang LSP
  • 6.1.Kedudukan
  • LSP adalah organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia

 

  • 6.2.Fungsi dan tugas
  •  LSP memiliki fungsi melaksanakan sertifikasi kompe-tensi dengan tugas:
  • a.menyusun dan mengembangkan skema sertifikasi
  • b.membuat perangkat asesmen dan uji kompetensi,
  • c.menyediakan tenaga penguji (asesor),
  • d.melaksanakan sertifikasi,
  • e.melaksanakan surveilan pemeliharaan sertifikasi,
  • f.menetapkan persyaratan, memverifikasi dan menetapkan TUK,
  • g.memelihara kinerja asesor dan TUK,
  • h.mengembangkan pelayanan sertifikasi.

6.3.Wewenang

  • LSP memiliki kewenangan antara lain:
  • a.menerbitkan sertifikat kompetensi sesuai pedoman BNSP
  • b.mencabut atau membatalkan sertifikat kompetensi,
  • c.memberikan sanksi kepada asesor dan TUK yang melangggar aturan,
  • d.mengusulkan skema baru
  • e.mengusulkan dan atau menetapkan biaya uji kompetensi 

7.1.3.Pengarah

  • mempunyai tanggung jawab atas keberlangsungan LSP dengan menetapkan visi, misi dan tujuan LSP*; menetapkan rencana strategis*, program kerja dan anggaran belanja*; mengangkat dan memberhentikan pelaksana LSP*; membina komunikasi dengan para pemangku kepentingan; dan memobilisasi sumber daya.